CIRI
CIRI MAKHLUK HIDUP
1. Makan dan minum (nutrisi)
2.
Bergerak
3.
Bernafas
4.
Tumbuh
dan berkembang
5.
Berkembang
biak
6.
Peka
terhadap rangsang (iritabilitas)
7.
Beradaptasi
8. Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
KLASIFIKASI
MAKHLUK HIDUP
1. Monera : bakteri dan alga biru
2.
Protista
: protozoa (ganggang) dan alga
3.
Fungi
(jamur) ; tidak berklorofil, bersifat saprofit dan parasit, tubuh terdiri dari
benang benang hifa dan membentuk anyaman seperti miselium
4.
Plantae
(tumbuhan) , dibedakan menjadi :
-
Tumbuhan
tidak berpembuluh : lumut kerak dan lumut
-
Tumbuhan
berpembuluh : paku, tumbuhan berbiji (berbiji terbuka (gymnospermae) dan
tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
5.
Animalia
(hewan)
a.
Invertebrata
(tidak bertulang belakang), terdiri dari :
-
Porifera
(hewan berpori pori)
Contoh
: scypa sp, spongia sp, halichondria sp, phyllospongia sp, euspongia sp.
-
Coelenterata
(hewan berongga)
Contoh
: hydra sp, obelia sp, aurelia aurita (ubur ubur)
-
Cacing
Platyhelminthes
(cacing pipih)
Nemathelmintes
(cacing giling)
Annelida
(cacing gelang)
-
Mollusca
(hewan bertubuh lunak)
Contoh
: kerang hijau, remis, kerang mutiara, cumi cumi, bekicot.
-
Echinodemata
(hewan berkulit duri)
Contoh
: bintang laut, bulu babi, teripang, landak laut.
-
Arthropoda
(hewan berbuku buku)
a.
Serangga
: belalang. Kupu kupu
b.
Udang
: udang windu , kepiting
c.
Laba
laba : laba laba pemburu
d.
Lipan
: lipan, kelabang
b.
Vertebrata
(bertulang belakang)
1.
Ikan
(pisces)
2.
Amphibia
3.
Reptila
4.
Aves
(burung)
5.
Mammalia
(menyusui)
POLA INTERAKSI MAKHLUK HIDUP
1.
Predasi
: antara pemangsa pan mangsa.
2.
Nertalisme
: tidak saling mempengaruhi.
3.
Kompetisi
: merebutkan suatu hal yang sama oleh individe berbeda.
4.
Simbiosis
:
a.
Parasitisme
(keuntungan di satu pihak, pihak lain dirugukan)
Contoh : benalu dan tali putri
dengan tanaman inang.
b.
Mutualisme
(menguntungkan kedua pihak)
Contoh : hiu dengan remora.
Kerbau dengan burung jalak. Lebah madu dengan bunga mangga. Bakteri pembusuk
dalam usus manusia.
c.
Komensalisme
(menguntungkan salah satu pihak, pihat lain tidak dirugikan maupun diuntungkan)
Contoh : tanaman anggrek dengan
inang.
5.
Antibiosis
: salah satu organisme menghambat pertumbuhan organisme lain. Contoh :
penicillium sp. menghambat pertumbuhan bakteri.
PENCEMARAN
LINGKUNGAN
1.
Pecemaran
Tanah
Upaya
:
a.
Memilih
sampah yang mudah terurai dengan yang sulit terurai.
b.
Menggunakkan
sampah organik sebagai pupuk kompos.
c.
Mendaur
ulang sampah yang sulit terurai.
d.
Membuang
sampah pada tempatnya.
e.
Mengurangi
pemakaian pestisida buatan.
f.
Mengolah
limbah industri sebelum dibuang.
2.
Pencemaran
Air
Upaya
:
a.
Limbah
harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.
b.
Sampah
dan sisi pestisida tidak dibuang ke sungai.
3.
Pencemaran
Udara
Upaya
:
a.
Pembuatan
taman kota dan jalur hijau.
b.
Tidak
menggunaakkan lemari es yang menandung CFC.
c.
Mencegah
penebangan dan pembakaran hutan.
d.
Menggunakkan
bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
e.
Lokalisasi
industri dan mengharuskan pabrik yang menghasilkan gas pencemar untuk memasang
filter gas.
PENGARUH
KEPADATAN POPULASI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
a.
Keutuhan
makanan dan air bersih meningkat.
b.
Berkurangnya
lahan pertanian yang digunakan untuk pemukiman.
c.
Meningkatnya
kerusakan lingkungan dan pencemaran.
d.
Berkurangnya
lapangan kerja.
e.
Menurunya
kualitas lingkungan.
SISTEM
PEREDARAN DARAH
Fungsi Darah
a) Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan
oleh plasma darah
b) Mengangkut gas CO2 sisa oksidasi dari sel
tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh dilakukan oleh Eritrosit.
c) Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar
endokrin yang dilakukan oleh plasma darah.
d) Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan
oleh Eritrosit
e) Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang
dilakukan oleh Leukosit
f) Menutup luka yang dilakuakn oleh Trombosit
g) Menjaga kestabilan suhu tubuh, dilakukan oleh plasma
darah
Ciri-ciri darah
a) Eritrosit, memiliki ciri-ciri bentuk bulat pipih,
tidak berinti, cekung dibagian tengah, berwarna merah karena mengandung
Hemoglobin. Berumur 120 hari. Fungsinya mengangkut oksigen ke seluruh
tubuh.
b) Leukosit, memiliki ciri-ciri mempunyai inti, tidak
berwarna, bentuk tidak tetap, bergerak amoboid, dapat menembus dinding pembuluh.
Berumur sekitar 12-13 hari. Fungsinya melindungi tubuh dari infeksi (melawan
bibit kuman penyakit).
c) Trombosit, memiliki ciri-ciri bentuk tidak teratur,
tidak berinti. Digunakan pada proses pembekuan
darah.
d) Plasma darah, adalah cairan darah berwarna jernih
kekuningan. Fungsinya :
-
mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh.
-
mengangkut sisa oksidasi dari seluruh tubuh untuk dikeluarkan.
-
mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu.
1.
Jantung
|
Ruang Jantung Manusia
|
a) Jantung terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: bilik kanan,
bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri.
b) Bilik Kanan berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh
c) Bilik Kiri, berfungsi memompa darah ke paru-paru
d) serambi kanan, menerima darah dari seluruh tubuh
e) serambi kiri, menerima darah dari paru-paru
2.
Pembuluh Darah
|
Dari
atas: Pembuluh Nadi, Pembuluh Balik, dan Pembuluh Kapiler
|
a) Pembuluh Arteri (Nadi), memiliki ciri-ciri tempat Agak
ke dalam. dinding pembuluh
tebal, kuat, dan elastis.
Aliran darah Berasal dari jantung. Denyut terasa. Katup Hanya disatu tempat dekat
jantung ; Bila ada luka Darah memancar keluar
b) Pembuluh Vena (Balik), memiliki ciri-ciri Dinding Pembuluh
Tipis, tidak elastis. Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan) ;
Aliran darah Menuju jantung. Denyut tidak terasa. Katup Disepanjang pembuluh. Bila ada luka Darah Tidak memancar.
c) Pembuluh Kapiler, sebagai penghubung pembuluh
vena dan arteri.
|
no
|
perbedaan
|
pembuluh nadi (arteri)
|
pembuluh balik (vena)
|
|
1
|
arah aliran darah
|
dari jantung
|
menuju jantung
|
|
2
|
dinding pembuluh
|
tebal elastis
|
tipis kaku
|
|
3
|
letak pembuluh
|
agak ke dalam
|
agak ke permukaan
|
|
4
|
katup
|
pada pangkal
|
disepanjang pembuluh
|
|
5
|
mengalirnya darah
|
cepat
|
lambat
|
|
6
|
denyut
|
terasa
|
tidak terasa
|
|
7
|
jika terluka
|
darah memancar
|
darah menetes
|
Sistem peredaran darah manusia
|
Urutan Peredaran Darah Manusia
|
a) Sistem peredaran darah tertutup, karena darah selalu
mengalir di dalam pembuluh darah
b) Sistem peredaran darah ganda, karena sekali beredar ke
seluruh tubuh, darah melewati jantung dua kali.
c) Peredaran darah besar, urutannya: bilik kiri
=> seluruh tubuh => serambi kanan.
d) Peredaran darah kecil, urutannya: bilik kanan
=> paru-paru => serambi kiri.
d) Peredaran darah lengkap, urutannya: bilik kiri => seluruh tubuh => serambi kanan =>
bilik kanan => paru-paru =>
serambi kiri => bilik kiri.
Gangguan atau penyakit pada Sistem Transportasi
a) Anemia, dibedakan Anemia sel sabit dan Anemia
perniosa. Anemia sel sabit disebabkan Eritrosit bentuknya tak sempurna seperti
sabit, kemampuan mengikat oksigen menjadi rendah, merupakan penyakit menurun.
Anemia perniosa, disebabkan rendahnya jumlah eritrosit.
b) Talasemia, suatu kondisi sel darah merah abnormal,
kemampuan mengikat oksigen menjadi rendah
c) Hemofili, darah sukar membeku bila terjadi
luka.
d) varises, disebabkan pelebaran pembuluh vena
e) Atherosklerosis, penyumbatan pembuluh darah oleh
kolesterol dan gula pada dinding arteri.
f) Arteriosklerosis, penyumbatan pembuluh darah oleh zat
kapur pada dinding arteri
g) leukopenia, jumlah sel darah putih kurang dari
normal
PROSES
PENCERNAAN MAKANAN
1. Mulut
|
Sistem Pencernaan Makanan
|
a. Proses mekanis, dilakukan melalui gerakan-gerakan
mengunyah, menghancurkan, dan menelan makanan. Fungsi mengunyah tersebut bertujuan mengubah makanan
menjadi berukuran lebih kecil sehingga mudah dicerna. Sedangkan fungsi menelan
adalah mendorong makanan supaya masuk ke dalam saluran selanjutnya, yaitu
kerongkongan.
b. Proses kimiawi, dilakukan oleh enzim ludah yang
dikeluarkan kelenjar ludah, berfungsi untuk membantu pencernaan makanan. Pada
ludah terkandung Enzim maltase atau ptialin, berfungsi
untuk mencerna makanan yang mengandung karbohidrat (pati/amilum) menjadi gula
sederhana yang disebut maltosa.
2. Kerongkongan
Makanan yang pada rongga mulut, selanjutnya ditelan dan
masuk oesophagus atau kerongkongan. Pada batas antara rongga mulut
dengan kerongkongan terdapat cabang antara saluran yang menuju kerongkongan
dengan saluran pernapasan (tenggorokan). Apabila kamu makan sambil bicara,
makanan dapat masuk ke dalam rongga napas yang mengakibatkan tersedak.
3. Lambung
a. Proses mekanik, ketika lambung mencerna makanan secara
mekanis, otot lambung akan mengerut dan mengembang dengan gerakan seperti
meremas untuk mencampur makanan dengan getah lambung.
b. Proses kimiawi, dilakukan oleh getah lambung yang
mengandung HCl, Pepsin, renin.
(1) HCl atau asam klorida, adalah senyawa yang bersifat asam..
HCl berfungsi sebagai disinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen
menjadi pepsin. HCl juga merangsang usus, hati, dan pankreas untuk
mencerna makanan.
(2) Pepsin, yang dihasilkan dari pemecahan pepsinogen,
akan mencerna protein menjadi pepton.
(3)
Rennin, berfungsi menggumpalkan protein yang terdapat pada susu
4. Usus
Halus
a. Di usus
dua belas jari (duodenum), enzim berasal dari kantong empedu dan pankreas.
(1)
Empedu, yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam
pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak sehingga dapat dicerna
lebih lanjut.
(2)
Tripsinogen, dihasilkan oleh pankreas, diaktifkan oleh enterokinase menjadi
tripsin yang berfungsi
mencerna
protein menjadi asam amino.
(3)
Amilase, dihasilkan oleh pankreas, akan mencerna amilum menjadi glukosa.
(4)
lipase, dihasilkan oleh pankreas, berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak
dan gliserol.
B. Di usus
kosong (jejunum), menghasilkan enzim-enzim, seperti peptidase dan maltase.
Secara sederhana proses pencernaan secara kimiawi yang terjadi di usus halus
dapat diringkas sebagai berikut.
C. Di usus
penyerapan (ileum), di sini makanan yang telah dicerna akan diserap dinding
ileum. Glukosa, asamamino, mineral, dan vitamin akan diserap melalui pembuluh
darah dinding ileum. Adapun asam lemak dan gliserol akan diserap melalui
pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening ini pada akhirnya akan bermuara
pada pembuluh darah sehingga sari-sari makanan dapat diedarkan ke seluruh
tubuh.
5. Usus Besar
Zat-zat
yang tidak diserap usus halus selanjutnya akan masuk ke usus besar atau kolon.
Di usus besar ini terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh
bakteri pembusuk. Pembusukan dilakukan oleh bakteri yang hidup di usus.
Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feces)
melalui anus.
SISTEM
PERNAFASAN MANUSIA
1. Hidung, merupakan muara keluar-masuknya udara
pernapasan. udara mengalami perlakuan. (a) Udara yang masuk ke hidung akan
disaring dulu oleh rambut hidung, sehingga debu dan partikel kotoran tidak
masuk ke dalam paru-paru. (b) Udara dihangatkan oleh kapiler darah yang ada di
dalam hidung, sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh. (c) Udara dilembapkan
oleh lapisan lendir yang ada di dalam rongga hidung.
4. Trakhea, sering disebut juga sebagai tenggorokan,
merupakan sebuah pipa udara yang mempunyai ruas-ruas menyerupai tumpukan
cincin. Saluran ini menuju ke arah bronkus.
5. Bronkus, merupakan saluran yang membawa udara dari
trakhea menuju ke paruparu.
6. Paru-paru, di dalam paru-paru, bronkus bercabang
menjadi pipa-pipa yang lebih kecil disebut bronkioli.
8. Alveolus, merupakan kantung udara, dinding alveoli
tipis dan menopang jaringan-jaringan kapiler, yaitu saluran halus yang berisi
darah. Dalam alveoli terjadi pertukaran gas oksigen dan gas karbondioksida.
Proses
Pernafasan
1. Pernapasan Dada, adalah pernapasan yang melibatkan
otot antartulang rusuk, yang berperan mengangkat tulang rusuk, sedangkan otot
antartulang rusuk dalam berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Mekanisme
pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Fase
inspirasi, berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga volume rongga
dada membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil
daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase
ekspirasi, merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke
posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga volume rongga
dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi
lebih besar daripada tekanan luar sehingga udara dalam rongga dada yang kaya
karbon dioksida keluar.
2.
Pernapasan Perut, merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas
otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme
pernapasan perut dapat sebagai berikut.
1. Fase
inspirasi, otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Akibatnya,
volume rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar
masuk.
2. Fase ekspirasi, merupakan fase
berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga volume rongga
dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar. Akibatnya, udara dari paru-paru
keluar.
SISTEM GERAK MANUSIA
Bentuk Tulang
a. Tulang Pipa, memiliki bentuk pipa, memiliki
bentuk memanjang dan tengahnya berlubang. Contohnya adalah tulang paha, tulang
betis, dan tulang lengan.
b. Tulang Pendek, berbentuk pendek. Tulang ini bersifat
ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu menahan beban yang
cukup berat. Contohnya adalah tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan
telapak kaki.
c. Tulang Pipih, bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari
tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
d. Tulang tidak Beraturan, tulang jenis ini merupakan gabungan dari
berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat
pada ruas-ruas tulang belakang.
Sistem Sendi
1. Menurut sifat geraknya, sendi
dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
a. Sendi mati (sinartrosis),
yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan
antartulang yang erat. Contoh: Persendian pada tulang tengkorak dan gelang
panggul.
b. Sendi kaku (amfiartrosis),
yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.Contoh:
Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang
rusuk dan tulang dada.
c. Sendi gerak (diartrosis),
yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada
kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga sendi yang berisi
minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial
yang melapisi persendian.
2. Berdasarkan arah geraknya, sendi bergerak dapat dibedakan
menjadi:
a. Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan
gerakan ke segala arah. Contoh: Persendian antara tulang paha dengan tulang
gelang panggul.
b. Sendi engsel, persendian yang memungkinkan
terjadinya gerakan satu arah. Contoh: Persendian pada siku.
c. Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan
memutar.
d. Sendi geser, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan
bergeser. Contoh: Persendian pada tulangtulang pergelangan tangan dan
padaruas-ruas tulang belakang
e. Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya
gerak dua arah atau gerakan seperti orang naik kuda. Contoh: Persendian antara
tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
Macam-macam sel otot
a. Otot polos
Otot polos berbentuk gelondong dengan kedua ujungnya
meruncing dan bagian tengahnya membesar. Otot polos bekerja secara tidak sadar,
terdapat pada organ-organ bagian dalam tubuh kita seperti paru-paru, usus, otot
dinding pembuluh darah dan lain sebagainya. Otot polos
bekerja lambat, teratur, dan tidak cepat lelah.
b. Otot lurik
Otot lurik
apabila dilihat dengan mikroskop terlihat seperti gambaran lurik-lurik. Otot
lurik melekat pada rangka sehingga ada yang menyebutnyaotot rangka, misalnya
otot lengan, otot paha, otot perut, dan sebagainya. Otot lurik bekerja secara
sadar, menurut kehendak kita dan gerakannya tidak teratur sehingga disebut otot
sadar.
c. Otot Jantung
Otot
jantung mempunyai kenampakan menyerupai otot lurik, namun gerakannya adalah
secara tidak sadar. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat lelah, dan
tidak mengikuti kehendak kita.
Cara kerja otot
a. Otot bekerja antagonis, artinya
dua otot bekerja secara berlawanan, misalnya otot bisep (di lengan atas depan)
dan otot trisep (di lengan atas belakang), bekerja berlawanan untuk
membengkokan dan meluruskan lengan bawah. Pada saat lengan bawah bengkok, otot
bisep berkontraksi, otot trisep relaksasi. Pada saat lengan bawah lurus, otot
trisep berkontraksi, otot bisep relaksasi.
b. Otot bekerja sinergis, artinya
dua otot bekerja secara bersamaan, misalnya otot dada dan otot rusuk
bersama-sama berkontraksi mengangkat tulang rusuk pada saat menghirup udara.
kelainan pada tulang
Kelainan karena sikap tubuh yang salah, antara lain:
1) Lordosis, yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung terlalu
membengkok ke depan. Jika dilihat dari samping, tulang belakang tampak tidak
lurus.
2) Kifosis, yaitu tulang belakang bagian punggung dan pinggang
terlalu membengkok ke belakang.
3) Skiliosis, yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping
kanan atau kiri.
SISTEM
SARAF
1. Sel saraf sensoris, berfungsi menghantar impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat.
2. Sel saraf motoris, berfungsi mengirim impuls dari sistem
saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap
rangsangan.
3. Sel saraf interneuron / sel saraf
asosiasi / sel saraf penghubung, berfungsi menghubungkan sel saraf motoris dengan sel saraf sensoris.
Otak
1. Otak besar (serebrum)
Otak besar
mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan
dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan.Berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat
kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Merupakan pusat proses berfikir, yaitu
mengingat, analisis, berbicara, kreativitas, dan emosi. Pusat penglihatan
terdapat di bagian belakang.
|
Otak manusia
|
2. Otak tengah (mesensefalon)
Mengatur
refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat
pendengaran.
3. Otak kecil (serebelum)
Otak kecil mempunyai fungsi utama keseimbangan
tubuh dalam pengaturan koordinasi gerakan otot ketika bergerak .
4. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan
varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan,
juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
5. Sumsum tulang belakang / sumsum sambung / batang otak /
medulla oblongata
Sumsum tulang belakang mempunyai
beberapa fungsi, yaitu sebagai pusat pengatur pernapasan, denyut jantung, suhu
tubuh, serta pusat pelebaran dan penyempitan pembuluh darah. Sumsum lanjutan
atau sumsum penghubung merupakan penghubung antara otak dengan sumsum tulang
belakang.
6. Sumsum tulang belakang (medulla
spinalis)
Sumsum tulang
belakang mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai penghubung impuls yang
berasal dari otak serta sebagai pusat gerak refleks.
Perbedaan Fungsi Saraf
Parasimpatik dan Simpatik
|
Parasimpatik
|
Simpatik
|
|
1.
memperbesar pupil
2.
menghambat aliran ludah
3.
mempercepat denyut jantung
4.
mengecilkan bronkus
5. menghambat
sekresi kelenjar pencernaan
6. menghambat kontraksi kandung
kemih
|
Skema terjadinya gerak sadar, urutannya adalah Rangsang =>
reseptor => sel saraf sensorik => otak => sel saraf motorik =>
efektor => tanggapan. Contoh: gerak tangan menulis, gerak berjalan
menuju pintu.
Skema terjadinya gerak refleks, urutannya adalah rangsang => reseptor => sel saraf
sensorik => sumsum tulang belakang => sel saraf motorik-efektor
=> tanggapan. Contoh: gerak kaki melompat ketika tertusuk duri, gerak kepala
menghindar jendela ketika mau menabrak jendela.
Prosedur Gerak
gerak
sadar : rangsang - neuron sensorik – otak - neuron motorik - efektor.
gerak reflek kedip mata : rangsang-neuron sensorik-otak
tengah-neuron motorik-efektor.
gerak reflek bersin, batuk, sendawa, dan muntah : rangsang -
neuron sensorik - sumsum lanjutan -neuron motorik - efektor.
gerak
reflek pada tangan dan kaki : rangsang - neuron sensorik - sumsum tulang
belakang - neuron motorik - efektor.
SISTEM
INDRA
Alat-alat Indera
|
No
|
Indera
|
Organ
|
Rangsang
|
|
1
|
Penglihatan
|
Mata
|
Cahaya
|
|
2
|
Pendengaran
|
Telinga
|
Suara
|
|
3
|
Perasa dan peraba
|
Kulit
|
Sentuhan
|
|
4
|
Pembau
|
Hidung
|
Gas
|
|
5
|
Pengecap
|
Lidah
|
Cairan
|
1.
Mata
|
No
|
Bagian
|
Fungsi
|
|
1
|
Kornea
|
Kornea berfungsi membantu memfokuskan bayangan benda pada
retina
|
|
2
|
Pupil & Iris
|
Mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk
|
|
3
|
Lensa mata
|
Memfokuskan obyek terlihat jelas. bayangan tepat
pada retina
|
|
4
|
Retina
|
berisi reseptor untuk menerima rangsang cahaya
|
Kulit
Lidah
STUKTUR
ORGAN TUMBUHAN
Batang
berfungsi sebagai penghubung antara akar dan daun tumbuhan serta dapat juga
sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis dan air. Jaringan pada batang
meliputi:
(a)
Epidermis (kulit luar);
(b)
Korteks (kulit pertama);
(c)
Endodermis (sarung tepung);
(d)
Silinder pusat (stele).
|
Penampang Daun
|
Daun
adalah organ tumbuhan yang umumnya berbentuk pipih,melebar,dan berwarna hijau.
Daun berfungsi untuk tempat fotosintesis dan transpirasi (penguapan). Sistem
jaringan pada daun terdiri atas:
(a)
Epidermis atas, berfungsi melindungi jaringan di bagian dalamnya.
(b)
Mesofil, sebagai jaringan dasar terletak antara epidermis atas dan bawah.
(c) Berkas
pengangkut, yang terdiri dari penbuluh kayu dan pembuluh tapis.
(d)
Epidermis bawah, terdapat stomata sebagai tempat keluar masuknya udara dan
air.
Air dan
garam mineral dapat naik dari dalam tanah ke daun dikarenakan: (a) Tekanan
akar/daya dorong akar; (b) Daya isap daun (penguapan daun); (c) Daya
kapilaritas pembuluh kayu (Xilem).
PERBEDAAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
GERAK PADA
TUMBUHAN
Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan,
yaitu :
I. Gerak HIGROSKOPIS
Gerak higroskopis ialah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya:
1. Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.
Gerak higroskopis ialah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya:
1. Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.
2. Pecahnya buah polong pada tanaman turi yang sudah tua.
II. Gerak ESIONOM
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak Esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
A. Gerak TROPI (TROPISME), yaitu gerak
bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika
arah gerak mendekati rangsang dan tropisme negatif jika arah gerak menjauhi
rangsang.Macam-macam gerak tropisme:
1. Fototropisme atau Heliotropisme, rangsang berupa cahaya, misalnya gerak daun condong ke cahaya
2. Geotropi, rangsang berupa grafitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuh ke dalam tanah dan gerak batang tegak keatas.
3. Tigmotropi atau Haptotropi, rangsang berupa persinggungan, misalnya sulur tanaman sirih merah yang melilit pada batang
1. Fototropisme atau Heliotropisme, rangsang berupa cahaya, misalnya gerak daun condong ke cahaya
2. Geotropi, rangsang berupa grafitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuh ke dalam tanah dan gerak batang tegak keatas.
3. Tigmotropi atau Haptotropi, rangsang berupa persinggungan, misalnya sulur tanaman sirih merah yang melilit pada batang
4. Hidrotropi,
rangsang berupa air, misalnya gerak akar membelok ke sumber air
B. Gerak TAKSIS, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis :
1. Fototaksis, rangsang berupa Cahaya, misalnya gerak kloroplas kebagian sel yang terkena cahaya
2. Kemotaksis, rangsang berupa bahan kimia, misalnya gerak sperma dari benang sari menuju ke ovum pada putik bunga.
C. Gerak NASTI, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti :
1. Niktinasti, rangsang berupa gelap, misalnya gerak mengatupnya daun turi, daun asam, daun putri malu pada malam hari
2. Seismonasti, rangsang berupa sentuhan mekanik, misalnya gerak daun putri malu mengatup saat disentuh
3. Termonasti,
rangsang berupa perubahan suhu, misalnya gerak mekarnya bunga Tulip
4. Fotonasti,
rangsang berupa perubahan cahaya, misalnya gerak mekarnya bunga pukul empat
5. Nasti Kompleks, penyebab rangsang lebih dari satu, Contoh : gerak
membuka dan menutupnya sel-sel penutup stomata, rangsang berupa cahaya, suhu,
air, dan zat kimia
ADAPTASI
1.
Adaptasi
morfologi, penyesuaian diri makhluk hidup
pada bentuk alat tubuh karena pengaruh lingkungan.
Pada
tumbuhan :
a.
Xerofit (kering): kaktus, kurma.
Ciri : batang tebal untuk menyimpan air, dilapisi lilin, daunnya ditutupi duri
, akar panjang dan luas.
b.
Hidrofit (air) : teratai. Ciri :
daun lebar, tipis, banyak stomata, berongga.
c.
Higrofit (lembab) : tales, pisang.
Ciri : daun lebar tipis, banyak stomata, dilapisi lilin, batang berongga, akar
serabut, melakukan gutasi pada pagi hari.
Pada hewan :
a.
Berbagai bentuk paruh burung
menyesuaikan dengan enis makananya.
b.
Berbagai bentuk kaki burung
menyesuaikan dengan habitanya.
c.
Berbagai tipe mulut serangga.
2.
Adaptasi
fisiologi, penyesuaian diri makhluk hidup
pada fungsi kerja alat tubuh karena pengaruh lingkungan.
Pada tumbuhan : beberapa jenis
tumbuhan berbunga mneghasilkan nektar bunga beraroma menyengat sehingga menarik
serangga untuk membantu penyerbukan.
Pada hewan :
a.
Orang yang hidup di daratan tinggi
memiliki hemoglobin lebih rendah.
b.
Herbivora mampu mengkasilkan enzim
selulase.
c.
Cacing teredo didup di kayu
menghasilkan enzim selulase dalam alat pencernaanya.
d.
Ikan yang hidup di air luat
mengeluarkan urine yang lebih pekat.
e.
Unta memiliki kantung air dalam
perutnya.
3.
Adaptasi
tingkah laku, penyesuaian makhluk hidup pada fungsi
kerja alat tubuh karena pengaruh lngkungan.
Pada tumbuhan : tumbuhan tropofit
menggugurkan daunya saat musim kemarau bertujuan mengurangi penguapan.
Pada hewan :
a.
Mimikri, kemampuan merubah warna
kulit, bunglon.
b.
Autotomi, memususkan bagian tubuhnya
misalnya ekor, cecak.
c.
Rayap memakan kembali kulit
kelupasannya untuk mendapatkan flagellata.
d.
Anak rayap menjilati dubur induknya
untuk mendapatka flagelleta.
e.
Paus sering muncul ke permukaan air
untuk menghirup CO2.
FOTOSINTESIS
a.
|
Berdasarka
percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa proses fotosintesis :
1. Menghasilkan oksigen
2.
Memerlukan
cahaya matahari
|
b.
Sachs (uji amilum)
1.
Daun direbus untuk mematikan sel
2.
Direbus dengan alkohol untuk
melarutkan klorofil
3.
Ditetesi larutan lugol,daun yang
ditutup berwarna pucat.
BIOTEKNOLOGI
1.
Bioteknologi Konvensional (mikroba)
|
produk
|
mikroba
|
bahan dasar
|
|
tempe
|
rhizopus oryzae
|
kedelai
|
|
kecap
|
aspergilus wentii aspergilus soyae
|
kedelai
|
|
taoco
|
aspergilus
oryzae
|
kedelai
|
|
yoghurt & keju
|
lactobacillus bulgaricus
steptococcus thermophillus
|
susu
|
|
margarin
|
steptococcus lactis
|
susu
|
|
minuman beralkohol
|
saccaromyces cereviceae
|
sari anggur
|
|
tape
|
saccaromyces cereviceae
|
beras ketan/singkong
|
|
nata de coco
|
acetobacter xylinum
|
air kelapa
|
|
oncom
|
neurospora crassa
|
ampas tahu
|
2. Bioteknologi
Modern
|
produk
|
manfaat
|
|
interferon
|
melawan infeksi, meningkatkan sistem kekebalan
|
|
insulin
|
mengontrol kadar gula darah (diabetes melitus)
|
|
vaksin
|
meningkatkan kekebalan tubuh
|
|
antibiotik(penicilin,amoxylin)
|
pengobatan penyakit akibat inveksi atau jamur
|
Sistem Ekskresi Manusia
Manusia
memiliki alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme
yang merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2),
air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Zat
sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus
dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau
alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari: (1) Paru-paru, (2) Hati, (3)
Kulit, dan (4) Ginjal.
I. PARU-PARU
|
Paru-paru
|
Paru-paru
berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh
tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan
yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru
sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput
yang disebut selaput pleura.
A. FUNGSI
PARU-PARU
Paru-paru
merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru
manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk
mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Didalam paru-paru terjadi proses
pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen,
sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh
yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air
dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
B. KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU
1. Asma, yaitu
kelainan yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan, diantaranya
disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2. Tuberculosis (TBC), adalah
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis
3. Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan
paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebabnya terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium,
produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas
di paru-paru.
4. Pneumonia,
disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya
di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus
dipenuhi oleh cairan.
II. HATI
(HEPAR)
Hati merupakan
“kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga
perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada
orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri. Zat racun yang
masuk ke dalam tubuh akan dinetralkan terlebih dahulu di hati sebelum beredar
ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari
sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan
empedu.
A. FUNGSI HATI
1. Menghasilkan
empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah
2. Menetralkan
racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit
3. Mengubah zat
gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula
4. Tempat untuk
mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A
5. Tempat
pembentukan protrombin dan protombin yang berperan dalam pembekuan darah
6. Menghasilkan
Urea zat hasil perombakan protein.
B.
KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
1. Hepatitis,
adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa
macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan
oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh
virus hepatitis. Mencegahnya dengan melakukan vaksinasi.
2. Penyakit
kuning, disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan
cairan empedu tidak dapat
dialirkan ke
dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah
menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata
berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena
di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna
kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.
III. KULIT
|
Kulit
|
Seluruh
permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut
kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada
di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan
lingkungan sekitar.
A. FUNGSI KULIT
1.
mengeluarkan keringat
2.
pelindung tubuh
3.
menyimpan kelebihan lemak
4.
mengatur suhu tubuh, dan
5. tempat
pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari
B. Proses Pembentukan Keringat
Bila suhu tubuh
kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh
darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir
ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan
pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh
kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori
yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas
tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.
IV. GINJAL
|
Ginjal
|
Bentuknya
seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang.
Ukurannya kira-kira 11 x 6 x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur
ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga
ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi
sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran
panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman
(Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.
A. FUNGSI
GINJAL
1. Menyaring
darah dan menghasilkan urine
2.
Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
4. Menjaga
keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
B. PROSES
PEMBENTUKAN URINE
1.
Penyaringan (filtrasi), Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan
darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang
berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus
mempermudah proses penyaringan. Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi
penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein
plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa,
asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati
saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus
disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa,
natrium, kalium, dan garam-garam lainnya
2. Penyerapan kembali (reabsorbsi), Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.
3.
Pengumpulan (Augmentasi), terjadi di tubulus kontortus distal. Dari
tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju
kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi
urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air
kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui
uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu
yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.
C. KELAINAN
PADA GINJAL
1. Gagal
Ginjal,
Merupakan
kelainan pada ginjal karena tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu
menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme. Penderita
gagal ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah secara berkala.
Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal.
2. Batu Ginjal
Urine banyak
mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat
melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing,
mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.Batu ginjal
merupakan kristal garam kalsium yang terlihat seperti batu yang terbentuk di
ginjal. Kristal-kristal
tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”.
Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih,
saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air
seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit
yang hebat.
3. Diabetes Insipidus, adalah
suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebab
penyakit ini adalah kekurangan hormone ADH (Anti Diuretic Hormone), yaitu
hormon yang mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan
hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat sampai 30 kali lipat.
4. Diabetes Melitus
(Glukosuria/kencing manis), adalah suatu penyakit yang penderitanya
kekurangan hormone insulin, akibatnya gula darah tidak dapat diubah menjadi
glikogen yang disimpan dalam hati, sehingga urin mengandung gula.
5. Nefritis, adalah peradangan pada
nefron terutama glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus.
6. Hematuria, adalah penyakit yang
ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan
adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu
ginjal.
Sistem Gerak Manusia
Sistem
Rangka
I. Guna
rangka pada manusia adalah
1. memberi bentuk pada tubuh,
2. melindungi alat-alat tubuh yang
lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung,
3. tempat melekatnya otot dan urat
(alat gerak aktif),
4. untuk menguatkan atau mengokohkan
tubuh, dan
5. tempat untuk membuat sel-sel
darah merah (sumsum tulang belakang).