Sabtu, 08 Februari 2014



CIRI CIRI MAKHLUK HIDUP
1.      Makan dan minum (nutrisi)
2.      Bergerak
3.      Bernafas
4.      Tumbuh dan berkembang
5.      Berkembang biak
6.      Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
7.      Beradaptasi
8.      Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
1.      Monera : bakteri dan alga biru
2.      Protista : protozoa (ganggang) dan alga
3.      Fungi (jamur) ; tidak berklorofil, bersifat saprofit dan parasit, tubuh terdiri dari benang benang hifa dan membentuk anyaman seperti miselium
4.      Plantae (tumbuhan) , dibedakan menjadi :
-          Tumbuhan tidak berpembuluh : lumut kerak dan lumut
-          Tumbuhan berpembuluh : paku, tumbuhan berbiji (berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
5.      Animalia (hewan)
a.       Invertebrata (tidak bertulang belakang), terdiri dari :
-          Porifera (hewan berpori pori)
Contoh : scypa sp, spongia sp, halichondria sp, phyllospongia sp, euspongia sp.
-          Coelenterata (hewan berongga)
Contoh : hydra sp, obelia sp, aurelia aurita (ubur ubur)
-          Cacing
Platyhelminthes (cacing pipih)
Nemathelmintes (cacing giling)
Annelida (cacing gelang)
-          Mollusca (hewan bertubuh lunak)
Contoh : kerang hijau, remis, kerang mutiara, cumi cumi, bekicot.
-          Echinodemata (hewan berkulit duri)
Contoh : bintang laut, bulu babi, teripang, landak laut.
-          Arthropoda (hewan berbuku buku)
a.       Serangga : belalang. Kupu kupu
b.      Udang : udang windu , kepiting
c.       Laba laba : laba laba pemburu
d.      Lipan : lipan, kelabang
b.      Vertebrata (bertulang belakang)
1.      Ikan (pisces)
2.      Amphibia
3.      Reptila
4.      Aves (burung)
5.      Mammalia (menyusui)
POLA INTERAKSI MAKHLUK HIDUP
1.      Predasi : antara pemangsa pan mangsa.
2.      Nertalisme : tidak saling mempengaruhi.
3.      Kompetisi : merebutkan suatu hal yang sama oleh individe berbeda.
4.      Simbiosis :
a.       Parasitisme (keuntungan di satu pihak, pihak lain dirugukan)
Contoh : benalu dan tali putri dengan tanaman inang.
b.      Mutualisme (menguntungkan kedua pihak)
Contoh : hiu dengan remora. Kerbau dengan burung jalak. Lebah madu dengan bunga mangga. Bakteri pembusuk dalam usus manusia.
c.       Komensalisme (menguntungkan salah satu pihak, pihat lain tidak dirugikan maupun diuntungkan)
Contoh : tanaman anggrek dengan inang.
5.      Antibiosis : salah satu organisme menghambat pertumbuhan organisme lain. Contoh : penicillium sp. menghambat pertumbuhan bakteri.
PENCEMARAN LINGKUNGAN
1.      Pecemaran Tanah
Upaya :
a.       Memilih sampah yang mudah terurai dengan yang sulit terurai.
b.      Menggunakkan sampah organik sebagai pupuk kompos.
c.       Mendaur ulang sampah yang sulit terurai.
d.      Membuang sampah pada tempatnya.
e.       Mengurangi pemakaian pestisida buatan.
f.       Mengolah limbah industri sebelum dibuang.
2.      Pencemaran Air
Upaya :
a.       Limbah harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.
b.      Sampah dan sisi pestisida tidak dibuang ke sungai.
3.      Pencemaran Udara
Upaya :
a.       Pembuatan taman kota dan jalur hijau.
b.      Tidak menggunaakkan lemari es yang menandung CFC.
c.       Mencegah penebangan dan pembakaran hutan.
d.      Menggunakkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
e.       Lokalisasi industri dan mengharuskan pabrik yang menghasilkan gas pencemar untuk memasang filter gas.
PENGARUH KEPADATAN POPULASI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
a.       Keutuhan makanan dan air bersih meningkat.
b.      Berkurangnya lahan pertanian yang digunakan untuk pemukiman.
c.       Meningkatnya kerusakan lingkungan dan pencemaran.
d.      Berkurangnya lapangan kerja.
e.       Menurunya kualitas lingkungan.

SISTEM PEREDARAN DARAH
Fungsi Darah
a) Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
b) Mengangkut gas CO2 sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh dilakukan oleh Eritrosit.
c) Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang dilakukan oleh plasma darah.
d) Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh Eritrosit
e) Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh Leukosit
f) Menutup luka yang dilakuakn oleh Trombosit
g) Menjaga kestabilan suhu tubuh, dilakukan oleh plasma darah
Ciri-ciri darah

a) Eritrosit, memiliki ciri-ciri bentuk bulat pipih, tidak berinti, cekung dibagian tengah, berwarna merah karena  mengandung Hemoglobin. Berumur 120 hari. Fungsinya mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
b) Leukosit, memiliki ciri-ciri mempunyai inti, tidak berwarna, bentuk tidak tetap, bergerak amoboid, dapat menembus dinding pembuluh. Berumur sekitar 12-13 hari. Fungsinya melindungi tubuh dari infeksi (melawan bibit kuman penyakit).
c) Trombosit, memiliki ciri-ciri bentuk tidak teratur, tidak berinti. Digunakan pada proses pembekuan darah.
d) Plasma darah, adalah cairan darah berwarna jernih kekuningan. Fungsinya :
- mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh.
- mengangkut sisa oksidasi dari seluruh tubuh untuk dikeluarkan.
- mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu.

1.      Jantung

Ruang Jantung Manusia
a) Jantung terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri.
b) Bilik Kanan berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh
c) Bilik Kiri, berfungsi memompa darah ke paru-paru
d) serambi kanan, menerima darah dari seluruh tubuh
e) serambi kiri, menerima darah dari paru-paru

2.      Pembuluh Darah

Dari atas: Pembuluh Nadi, Pembuluh Balik, dan Pembuluh Kapiler
a) Pembuluh Arteri (Nadi), memiliki ciri-ciri tempat Agak ke dalam. dinding pembuluh tebal, kuat, dan elastis.
Aliran darah Berasal dari jantung. Denyut terasa. Katup Hanya disatu tempat dekat jantung ; Bila ada luka Darah memancar keluar
b) Pembuluh Vena (Balik), memiliki ciri-ciri Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis. Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan) ; Aliran darah Menuju jantung. Denyut tidak terasa. Katup Disepanjang pembuluh.  Bila ada luka Darah Tidak memancar.
c) Pembuluh Kapiler,  sebagai penghubung pembuluh vena dan arteri.
no
perbedaan
pembuluh nadi (arteri)
pembuluh balik (vena)
1
arah aliran darah
dari jantung
menuju jantung
2
dinding pembuluh
tebal elastis
tipis kaku
3
letak pembuluh
agak ke dalam
agak ke permukaan
4
katup
pada pangkal
disepanjang pembuluh
5
mengalirnya darah
cepat
lambat
6
denyut
terasa
tidak terasa
7
jika terluka
darah memancar
darah menetes


Sistem peredaran darah manusia
Urutan Peredaran Darah Manusia
a) Sistem peredaran darah tertutup, karena darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah
b) Sistem peredaran darah ganda, karena sekali beredar ke seluruh tubuh, darah melewati jantung dua kali.
c) Peredaran darah besar, urutannya:  bilik kiri => seluruh tubuh => serambi kanan.
d) Peredaran darah kecil, urutannya:  bilik kanan => paru-paru => serambi kiri.
d) Peredaran darah lengkap, urutannya: bilik kiri => seluruh tubuh => serambi kanan => bilik kanan => paru-paru => serambi kiri => bilik kiri.

Gangguan atau penyakit pada Sistem Transportasi
a) Anemia, dibedakan Anemia sel sabit dan Anemia perniosa. Anemia sel sabit disebabkan Eritrosit bentuknya tak sempurna seperti sabit, kemampuan mengikat oksigen menjadi rendah, merupakan penyakit menurun. Anemia perniosa, disebabkan rendahnya jumlah eritrosit.
b) Talasemia, suatu kondisi sel darah merah abnormal, kemampuan mengikat oksigen menjadi rendah
c)  Hemofili, darah sukar membeku bila terjadi luka.
d)  varises, disebabkan pelebaran pembuluh vena
e) Atherosklerosis, penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol dan gula pada dinding arteri.
f) Arteriosklerosis, penyumbatan pembuluh darah oleh zat kapur pada dinding arteri
g) leukopenia,  jumlah sel darah putih kurang dari normal

PROSES PENCERNAAN MAKANAN
1. Mulut
Sistem Pencernaan Makanan
a. Proses mekanis, dilakukan melalui gerakan-gerakan mengunyah, menghancurkan, dan menelan makanan. Fungsi mengunyah tersebut bertujuan mengubah makanan menjadi berukuran lebih kecil sehingga mudah dicerna. Sedangkan fungsi menelan adalah mendorong makanan supaya masuk ke dalam saluran selanjutnya, yaitu kerongkongan.

b. Proses kimiawi, dilakukan oleh enzim ludah yang dikeluarkan kelenjar ludah, berfungsi untuk membantu pencernaan makanan. Pada ludah terkandung Enzim maltase atau ptialin,  berfungsi untuk mencerna makanan yang mengandung karbohidrat (pati/amilum) menjadi gula sederhana yang disebut maltosa.

2. Kerongkongan
Makanan yang pada rongga mulut, selanjutnya ditelan dan masuk oesophagus atau kerongkongan. Pada batas antara rongga mulut dengan kerongkongan terdapat cabang antara saluran yang menuju kerongkongan dengan saluran pernapasan (tenggorokan). Apabila kamu makan sambil bicara, makanan dapat masuk ke dalam rongga napas yang mengakibatkan tersedak.

3. Lambung
a. Proses mekanik, ketika lambung mencerna makanan secara mekanis, otot lambung akan mengerut dan mengembang dengan gerakan seperti meremas untuk mencampur makanan dengan getah lambung.
b. Proses kimiawi, dilakukan oleh getah lambung yang mengandung HCl, Pepsin, renin.
(1) HCl atau asam klorida, adalah senyawa yang bersifat asam.. HCl berfungsi sebagai disinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin. HCl juga merangsang usus, hati, dan pankreas untuk mencerna makanan.
(2) Pepsin, yang dihasilkan dari pemecahan pepsinogen, akan mencerna protein menjadi pepton.
(3) Rennin, berfungsi menggumpalkan protein yang terdapat pada susu

4. Usus Halus
a. Di usus dua belas jari (duodenum), enzim berasal dari kantong empedu dan pankreas.
(1) Empedu,  yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam pencernaan lemak dengan cara  mengemulsikan lemak sehingga dapat dicerna lebih lanjut.
(2) Tripsinogen, dihasilkan oleh pankreas, diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin yang berfungsi
mencerna protein menjadi asam amino.
(3) Amilase, dihasilkan oleh pankreas,  akan mencerna amilum menjadi glukosa.
(4) lipase, dihasilkan oleh pankreas, berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

B. Di usus kosong (jejunum), menghasilkan enzim-enzim, seperti peptidase dan maltase. Secara sederhana proses pencernaan secara kimiawi yang terjadi di usus halus dapat diringkas sebagai berikut.


C. Di usus penyerapan (ileum), di sini makanan yang telah dicerna akan diserap dinding ileum. Glukosa, asamamino, mineral, dan vitamin akan diserap melalui pembuluh darah dinding ileum. Adapun asam lemak dan gliserol akan diserap melalui pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening ini pada akhirnya akan bermuara pada pembuluh darah sehingga sari-sari makanan dapat diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus Besar
Zat-zat yang tidak diserap usus halus selanjutnya akan masuk ke usus besar atau kolon. Di usus besar ini terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri pembusuk. Pembusukan dilakukan oleh bakteri yang hidup di usus. Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feces) melalui anus.
SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
1. Hidung, merupakan muara keluar-masuknya udara pernapasan. udara mengalami perlakuan. (a) Udara yang masuk ke hidung akan disaring dulu oleh rambut hidung, sehingga debu dan partikel kotoran tidak masuk ke dalam paru-paru. (b) Udara dihangatkan oleh kapiler darah yang ada di dalam hidung, sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh. (c) Udara dilembapkan oleh lapisan lendir yang ada di dalam rongga hidung.
4. Trakhea, sering disebut juga sebagai tenggorokan, merupakan sebuah pipa udara yang mempunyai ruas-ruas menyerupai tumpukan cincin. Saluran ini menuju ke arah bronkus.
5. Bronkus, merupakan saluran yang membawa udara dari trakhea menuju ke paruparu.
6. Paru-paru, di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi pipa-pipa yang lebih kecil disebut bronkioli.
8. Alveolus,  merupakan  kantung udara, dinding alveoli tipis dan menopang jaringan-jaringan kapiler, yaitu saluran halus yang berisi darah. Dalam alveoli terjadi pertukaran gas oksigen dan gas karbondioksida.

Proses Pernafasan
1. Pernapasan Dada, adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk, yang berperan mengangkat tulang rusuk, sedangkan otot antartulang rusuk dalam berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Mekanisme pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Fase inspirasi, berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi, merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga volume rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

2. Pernapasan Perut, merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat sebagai berikut.
1. Fase inspirasi, otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Akibatnya, volume rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
2. Fase ekspirasi, merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar. Akibatnya, udara dari paru-paru keluar.
SISTEM GERAK MANUSIA
Bentuk Tulang
a. Tulang Pipa, memiliki bentuk pipa, memiliki bentuk memanjang dan tengahnya berlubang. Contohnya adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan.
b. Tulang Pendek, berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat. Contohnya adalah tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.
c. Tulang Pipih, bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
d. Tulang tidak Beraturan, tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.
Sistem Sendi
1. Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
a. Sendi mati (sinartrosis), yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan antartulang yang erat. Contoh: Persendian pada tulang tengkorak dan gelang panggul.
b. Sendi kaku (amfiartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.Contoh: Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang rusuk dan tulang dada.
c. Sendi gerak (diartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial yang melapisi persendian.

2. Berdasarkan arah geraknya, sendi bergerak dapat dibedakan menjadi:
a. Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contoh: Persendian antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.
b. Sendi engsel, persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan satu arah. Contoh: Persendian pada siku.
c. Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar.
d. Sendi geser, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan bergeser. Contoh: Persendian pada tulangtulang pergelangan tangan dan padaruas-ruas tulang belakang
e. Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah atau gerakan seperti orang naik kuda. Contoh: Persendian antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.


Macam-macam sel otot
 a. Otot polos
Otot polos berbentuk gelondong dengan kedua ujungnya meruncing dan bagian tengahnya membesar. Otot polos bekerja secara tidak sadar, terdapat pada organ-organ bagian dalam tubuh kita seperti paru-paru, usus, otot dinding pembuluh darah dan lain sebagainya. Otot polos bekerja lambat, teratur, dan tidak cepat lelah.
b. Otot lurik
Otot lurik apabila dilihat dengan mikroskop terlihat seperti gambaran lurik-lurik. Otot lurik melekat pada rangka sehingga ada yang menyebutnyaotot rangka, misalnya otot lengan, otot paha, otot perut, dan sebagainya. Otot lurik bekerja secara sadar, menurut kehendak kita dan gerakannya tidak teratur sehingga disebut otot sadar.
c. Otot Jantung
Otot jantung mempunyai kenampakan menyerupai otot lurik, namun gerakannya adalah secara tidak sadar. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat lelah, dan tidak mengikuti kehendak kita.
Cara kerja otot
a. Otot bekerja antagonis, artinya dua otot bekerja secara berlawanan, misalnya otot bisep (di lengan atas depan) dan otot trisep (di lengan atas belakang), bekerja berlawanan untuk membengkokan dan meluruskan lengan bawah. Pada saat lengan bawah bengkok, otot bisep berkontraksi, otot trisep relaksasi. Pada saat lengan bawah lurus, otot trisep berkontraksi, otot bisep relaksasi.
b. Otot bekerja sinergis, artinya dua otot bekerja secara bersamaan, misalnya otot dada dan otot rusuk bersama-sama berkontraksi mengangkat tulang rusuk pada saat menghirup udara.

kelainan pada tulang
Kelainan karena sikap tubuh yang salah, antara lain:
1) Lordosis, yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung terlalu membengkok ke depan. Jika dilihat dari samping, tulang belakang tampak tidak lurus.
2) Kifosis, yaitu tulang belakang bagian punggung dan pinggang terlalu membengkok ke belakang.
3) Skiliosis, yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping kanan atau kiri.
SISTEM SARAF
1. Sel saraf sensoris, berfungsi menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat.
2. Sel saraf motoris, berfungsi mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan.
3. Sel saraf interneuron / sel saraf asosiasi / sel saraf penghubung, berfungsi menghubungkan sel saraf motoris dengan sel saraf sensoris.
Otak
1. Otak besar (serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.Berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Merupakan pusat proses berfikir, yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas, dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

Otak manusia
2. Otak tengah (mesensefalon)
Mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

3. Otak kecil (serebelum)
Otak kecil mempunyai fungsi utama keseimbangan tubuh dalam pengaturan koordinasi gerakan otot ketika bergerak .

4. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

5. Sumsum tulang belakang / sumsum sambung / batang otak / medulla oblongata
Sumsum tulang belakang mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai pusat pengatur pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, serta pusat pelebaran dan penyempitan pembuluh darah. Sumsum lanjutan atau sumsum penghubung merupakan penghubung antara otak dengan sumsum tulang belakang.

6. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai penghubung impuls yang berasal dari otak serta sebagai pusat gerak refleks.
Perbedaan Fungsi Saraf  Parasimpatik dan Simpatik
Parasimpatik
Simpatik
  1. mengecilkan pupil
  2. menstimulasi aliran ludah
  3. memperlambat denyut jantung
  4. membesarkan bronkus
  5. menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
  6. mengerutkan kantung kemih
1.    memperbesar pupil
2.    menghambat aliran ludah
3.    mempercepat denyut jantung
4.     mengecilkan bronkus
5. menghambat sekresi kelenjar pencernaan
6. menghambat kontraksi kandung kemih
Skema terjadinya gerak sadar, urutannya adalah Rangsang => reseptor => sel saraf sensorik => otak => sel saraf motorik => efektor => tanggapan. Contoh: gerak tangan menulis, gerak  berjalan menuju pintu.
Skema terjadinya gerak refleks,   urutannya adalah rangsang => reseptor => sel saraf sensorik => sumsum tulang belakang  => sel saraf motorik-efektor => tanggapan. Contoh: gerak kaki melompat ketika tertusuk duri, gerak kepala menghindar jendela ketika mau menabrak jendela.
Prosedur Gerak
gerak sadar : rangsang - neuron sensorik – otak - neuron motorik - efektor.
gerak reflek kedip mata : rangsang-neuron sensorik-otak tengah-neuron motorik-efektor.
gerak reflek bersin, batuk, sendawa, dan muntah : rangsang - neuron sensorik - sumsum lanjutan -neuron motorik - efektor.
gerak reflek pada tangan dan kaki : rangsang - neuron sensorik - sumsum tulang belakang - neuron motorik - efektor.

SISTEM INDRA
Alat-alat Indera
No
Indera
Organ
Rangsang
1
Penglihatan
Mata
Cahaya
2
Pendengaran
Telinga
Suara
3
Perasa dan peraba
Kulit
Sentuhan
4
Pembau
Hidung
Gas
5
Pengecap
Lidah
Cairan





1.      Mata

No
Bagian
Fungsi
1
Kornea
Kornea berfungsi membantu memfokuskan bayangan benda pada retina
2
Pupil & Iris
Mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk
3
Lensa mata
Memfokuskan obyek terlihat jelas.  bayangan tepat pada retina
4
Retina
berisi reseptor untuk menerima rangsang cahaya

Kulit
Lidah
STUKTUR ORGAN TUMBUHAN
Penampang Batang Dikotil (kiri) dan Monokotil (kanan)
Batang berfungsi sebagai penghubung antara akar dan daun tumbuhan serta dapat juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis dan air. Jaringan pada batang meliputi:
(a) Epidermis (kulit luar);
(b) Korteks (kulit pertama);
(c) Endodermis (sarung tepung);
(d) Silinder pusat (stele).
Penampang Daun
Daun adalah organ tumbuhan yang umumnya berbentuk pipih,melebar,dan berwarna hijau. Daun berfungsi untuk tempat fotosintesis dan transpirasi (penguapan). Sistem jaringan pada daun terdiri atas:
(a) Epidermis atas, berfungsi melindungi jaringan di bagian dalamnya.
(b) Mesofil, sebagai jaringan dasar terletak antara epidermis atas dan bawah.
(c) Berkas pengangkut, yang terdiri dari penbuluh kayu dan pembuluh tapis.
(d) Epidermis bawah, terdapat stomata sebagai tempat keluar masuknya udara dan air. 

Air dan garam mineral dapat naik dari dalam tanah ke daun dikarenakan: (a) Tekanan akar/daya dorong akar; (b) Daya isap daun (penguapan daun); (c) Daya kapilaritas pembuluh kayu (Xilem).
PERBEDAAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
GERAK PADA TUMBUHAN
Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :
I. Gerak HIGROSKOPIS
Gerak higroskopis ialah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya:

1. Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.


2. Pecahnya buah polong pada tanaman turi yang sudah tua.


II. Gerak ESIONOM
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak Esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
A. Gerak TROPI (TROPISME), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika arah gerak mendekati rangsang dan tropisme negatif jika arah gerak menjauhi rangsang.Macam-macam gerak tropisme:

1. Fototropisme atau Heliotropisme, rangsang berupa cahaya, misalnya gerak daun condong ke cahaya
2. Geotropi, rangsang berupa grafitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuh ke dalam tanah dan gerak batang tegak keatas.
3. Tigmotropi atau Haptotropi, rangsang berupa persinggungan, misalnya sulur tanaman sirih merah yang melilit pada batang

4. Hidrotropi, rangsang berupa air, misalnya gerak akar membelok ke sumber air

B. Gerak TAKSIS
, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis :

1. Fototaksis, rangsang berupa Cahaya,  misalnya gerak kloroplas kebagian sel yang terkena cahaya

2. Kemotaksis, rangsang berupa bahan kimia, misalnya g
erak sperma dari benang sari menuju ke ovum pada putik bunga.


C. Gerak NASTI,
yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti :

1. Niktinasti, rangsang berupa gelap, misalnya g
erak mengatupnya daun turi, daun asam, daun putri malu pada malam hari
2. Seismonasti, rangsang berupa sentuhan mekanik, misalnya g
erak daun putri malu mengatup saat disentuh

3. Termonasti, rangsang berupa perubahan suhu, misalnya gerak mekarnya bunga Tulip
4. Fotonasti, rangsang berupa perubahan cahaya, misalnya gerak mekarnya bunga pukul empat

 5. Nasti Kompleks, penyebab rangsang lebih dari satu, Contoh : gerak membuka dan menutupnya sel-sel penutup stomata, rangsang berupa cahaya, suhu, air, dan zat kimia

ADAPTASI
1.      Adaptasi morfologi, penyesuaian diri makhluk hidup pada bentuk alat tubuh karena pengaruh lingkungan.
Pada tumbuhan :
a.       Xerofit (kering): kaktus, kurma. Ciri : batang tebal untuk menyimpan air, dilapisi lilin, daunnya ditutupi duri , akar panjang dan luas.
b.      Hidrofit (air) : teratai. Ciri : daun lebar, tipis, banyak stomata, berongga.
c.       Higrofit (lembab) : tales, pisang. Ciri : daun lebar tipis, banyak stomata, dilapisi lilin, batang berongga, akar serabut, melakukan gutasi pada pagi hari.
Pada hewan :
a.       Berbagai bentuk paruh burung menyesuaikan dengan enis makananya.
b.      Berbagai bentuk kaki burung menyesuaikan dengan habitanya.
c.       Berbagai tipe mulut serangga.
2.      Adaptasi fisiologi, penyesuaian diri makhluk hidup pada fungsi kerja alat tubuh karena pengaruh lingkungan.
Pada tumbuhan : beberapa jenis tumbuhan berbunga mneghasilkan nektar bunga beraroma menyengat sehingga menarik serangga untuk membantu penyerbukan.
Pada hewan :
a.       Orang yang hidup di daratan tinggi memiliki hemoglobin lebih rendah.
b.      Herbivora mampu mengkasilkan enzim selulase.
c.       Cacing teredo didup di kayu menghasilkan enzim selulase dalam alat pencernaanya.
d.      Ikan yang hidup di air luat mengeluarkan urine yang lebih pekat.
e.       Unta memiliki kantung air dalam perutnya.
3.      Adaptasi tingkah laku, penyesuaian makhluk hidup pada fungsi kerja alat tubuh karena pengaruh lngkungan.
Pada tumbuhan : tumbuhan tropofit menggugurkan daunya saat musim kemarau bertujuan mengurangi penguapan.
Pada hewan :
a.       Mimikri, kemampuan merubah warna kulit, bunglon.
b.      Autotomi, memususkan bagian tubuhnya misalnya ekor, cecak.
c.       Rayap memakan kembali kulit kelupasannya untuk mendapatkan flagellata.
d.      Anak rayap menjilati dubur induknya untuk mendapatka flagelleta.
e.       Paus sering muncul ke permukaan air untuk menghirup CO2.
FOTOSINTESIS
a.      
Berdasarka percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa proses fotosintesis :
1.      Menghasilkan oksigen
2.      Memerlukan cahaya matahari
Ingenhousz (uji oksigen)
b.      Sachs (uji amilum)

1.      Daun direbus untuk mematikan sel
2.      Direbus dengan alkohol untuk melarutkan klorofil
3.      Ditetesi larutan lugol,daun yang ditutup berwarna pucat.

BIOTEKNOLOGI
1.      Bioteknologi Konvensional (mikroba)
produk
mikroba
bahan dasar
tempe
rhizopus oryzae
kedelai
kecap
aspergilus wentii aspergilus soyae
kedelai
taoco
aspergilus  oryzae
kedelai
yoghurt & keju
lactobacillus bulgaricus
steptococcus thermophillus
susu
margarin
steptococcus lactis
susu
minuman beralkohol
saccaromyces cereviceae
sari anggur
tape
saccaromyces cereviceae
beras ketan/singkong
nata de coco
acetobacter xylinum
air kelapa
oncom
neurospora crassa
ampas tahu

2.      Bioteknologi Modern

produk
manfaat
interferon
melawan infeksi, meningkatkan sistem kekebalan
insulin
mengontrol kadar gula darah (diabetes melitus)
vaksin
meningkatkan kekebalan tubuh
antibiotik(penicilin,amoxylin)
pengobatan penyakit akibat inveksi atau jamur






Sistem Ekskresi Manusia
Manusia memiliki alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme yang merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari: (1) Paru-paru, (2) Hati, (3) Kulit, dan (4) Ginjal.

I. PARU-PARU
Paru-paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.

A. FUNGSI PARU-PARU
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung

 B. KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU
1. Asma, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan, diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2. Tuberculosis (TBC), adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium tuberculosis
3. Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebabnya terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
4. Pneumonia, disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.

II. HATI (HEPAR)
Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri. Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan dinetralkan terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan empedu.

A. FUNGSI HATI
1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah
2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit
3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula
4. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A
5. Tempat pembentukan protrombin dan protombin  yang berperan dalam pembekuan darah
6. Menghasilkan Urea  zat hasil perombakan protein.

B. KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
1. Hepatitis, adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis. Mencegahnya dengan melakukan vaksinasi.
2. Penyakit kuning,  disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat
dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.

III. KULIT
Kulit
Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.

A. FUNGSI KULIT
1.  mengeluarkan keringat
2.  pelindung tubuh
3.  menyimpan kelebihan lemak
4.  mengatur suhu tubuh, dan
5.  tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari

B. Proses Pembentukan Keringat
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.

IV. GINJAL
Ginjal
Bentuknya seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Ukurannya kira-kira 11 x  6 x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.

A. FUNGSI GINJAL
1. Menyaring darah dan menghasilkan urine
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia

B. PROSES PEMBENTUKAN URINE

1. Penyaringan (filtrasi), Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya


2. Penyerapan kembali (reabsorbsi), Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.

3. Pengumpulan (Augmentasi), terjadi di tubulus kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

C. KELAINAN PADA GINJAL
1. Gagal Ginjal,
Merupakan kelainan pada ginjal karena tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme. Penderita gagal ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah secara berkala. Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal.

2. Batu Ginjal
Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.Batu ginjal merupakan kristal garam kalsium yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.

3. Diabetes Insipidus,  adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormone ADH (Anti Diuretic Hormone), yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat sampai 30 kali lipat.

4. Diabetes Melitus (Glukosuria/kencing manis),  adalah suatu penyakit yang penderitanya kekurangan hormone insulin, akibatnya gula darah tidak dapat diubah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati, sehingga urin mengandung gula.

5. Nefritis, adalah peradangan pada nefron terutama glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus.
6. Hematuria, adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu ginjal.

Sistem Gerak Manusia
Sistem Rangka
I. Guna rangka pada manusia adalah
1. memberi bentuk pada tubuh,
2. melindungi alat-alat tubuh yang lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung,
3. tempat melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif),
4. untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh, dan
5. tempat untuk membuat sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).



 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar